Tepatnya 1
juli 2014, merupakan awal saya memulai hari di pesantren, tepatnya pesantren
biru ranah damai ini. Ketika saya masuk dalam sebuah lingkungan yang sulit
dipahami namun bisa di mengerti. Sekejap
bisa terfikir, sekejap bisa ku bayangkan dan kurasakan ada yang aneh
namun nyata dalam kehidupan. Yang tadinya saya disebut hanya sebagai siswi saja
namun sekarang saya bisa di namakan
dengan sebutan santri, mungkin menurut yang lain hal ini sudah tak mengherankan
namun bagiku ini semua hal yang asing. Pengenalan merupakan tahap awal
dari sebuah pertemuan, baik pengenalan dengan teman, karakter teman yang lainya
maupun juga dengan peraturan yang ada di pesantren Darussalam ini. Pendekatan
sebuah tahap selanjutnya yang saya harus jalani ketika pergaulanlah yang
mendorong kepada pendekatan tersebut.
Awal mula proses ini, saya melakukanya
dengan teman saya sendiri dimana saya bisa tertawa bersama yang tak pernah saya
rasakan pada tahap pengenalan dan pada tahap ini juga saya mulai tahu karakter
masing-masing teman saya, dan satu lagi pada tahap ini saya dapat mulai
berinteraksi dengan sekolah saya dan juga pengajian saya. Dan pada akhirnya
kata “BETAH” pun terlontar dari mulut saya dan sembari saya mengangkat bibir
saya (tersenyum) yang menandakan kebahagiaan telah tiba dengan semua kegiatan
yang setiap hari saya dan santri lainya jalankan.waktu pun terus berganti dan
kini saya pun sdah menginjak kelas 11 dimana kelas sebelas adalah puncak dari
kebersamaan dan waktunya mencari pengalaman.Dan kini sayapun sudah terbiasa
dengan suasana maupun aktifitas di Darussalam, dan saya juga kini dapat
menyadari pengalaman tercipta tidak terlepas dengan namanya suka dan duka yang
saya dan santri lainya jalani, dan saya juga harus memanfaatkan waktu
agarmenjadi pengalaman yang indahdan bisa di ceritakan kepada generasi
selanjutnya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar