Jumat, 26 September 2014

My experience in Darussalam







Tepatnya 1 juli 2014, merupakan awal saya memulai hari di pesantren, tepatnya pesantren biru ranah damai ini. Ketika saya masuk dalam sebuah lingkungan yang sulit dipahami namun bisa di mengerti. Sekejap  bisa terfikir, sekejap bisa ku bayangkan dan kurasakan ada yang aneh namun nyata dalam kehidupan. Yang tadinya saya disebut hanya sebagai siswi saja namun sekarang saya    bisa di namakan dengan sebutan santri, mungkin menurut yang lain hal ini sudah tak mengherankan namun bagiku ini semua hal yang asing. Pengenalan merupakan tahap awal dari sebuah pertemuan, baik pengenalan dengan teman, karakter teman yang lainya maupun juga dengan peraturan yang ada di pesantren Darussalam ini. Pendekatan sebuah tahap selanjutnya yang saya harus jalani ketika pergaulanlah yang mendorong kepada pendekatan tersebut.