Minggu, 23 November 2014
guru favorit
Ibu Nining Koyimah
Beliau lahir pada tanggal 19 agustus 1967, beliau tinggal di ciamis, jawa barat. Beliat berasal dari subang, beliau kuliah di UIN Bandung, dan beliau mempunyai anak 3.alasan saya mengidolakan beliau karena apabila beliau sedang mengajarkan pelajaran matematika dengan enjoy,
ayah
Biliau lahir 6 Desember 1960, tepatnya di daerah sidareja, cilacap jawa tengah.dia Tak lain yaitu ayah, beribu-ribu motivasi telah di berikan pada anak tersayangnya ini. Dimana ketika saya sedang terpuruk jubah hitam yg selalu menghantui, dan beliau selalu datang membawa penerang hati yang bersumber dari hati untuk anak tersayangnya ini. Tak ada kata apa lagi yang mampu mengguyur hatimu, beliau sungguh sempurna, terkadang apa yang saya inginkan tidak dapat saya miliki namun beliau selalu mendorong saya untuk sabar dan menerima apa yg terjadi. Kelebiahan beliau menurut saya yaitu beliau tidak memandang seberapa banyak prestasi yang anaknya raih namun beliau selalu mengedepankan sikap jujur,disiplin, tanggung jawab dan mampu mengakui kesalahan apabila salah.
Minggu, 09 November 2014
2030
Impian
di tahun yang nanjauh ini, saya ingin menjadi orang yang sukses pastinya. Guru
olahraga adalah keinginan saya sejak saya duduk di bangku putih biru. Dan pada
tahun ini juga saya bercita-cita mempunyai keluarga yag di karunai 2 orang anak
saja yaitu laki-laki dan perempuan, di samping pekerjaan itu, saya juga
bercita-cita untuk membuka bisnis online di rumah sendiri dan dari hasil
tersebut saya bisa memberangkatkan kedua orang tua saya pergi haji.
Tetapi
setinggi apapun cita-cita saya tidak akan berhasil dan berguna tanpa doa orang
tua yang selalu di samping kita pada saat ini.
Jumat, 26 September 2014
My experience in Darussalam
Tepatnya 1
juli 2014, merupakan awal saya memulai hari di pesantren, tepatnya pesantren
biru ranah damai ini. Ketika saya masuk dalam sebuah lingkungan yang sulit
dipahami namun bisa di mengerti. Sekejap
bisa terfikir, sekejap bisa ku bayangkan dan kurasakan ada yang aneh
namun nyata dalam kehidupan. Yang tadinya saya disebut hanya sebagai siswi saja
namun sekarang saya bisa di namakan
dengan sebutan santri, mungkin menurut yang lain hal ini sudah tak mengherankan
namun bagiku ini semua hal yang asing. Pengenalan merupakan tahap awal
dari sebuah pertemuan, baik pengenalan dengan teman, karakter teman yang lainya
maupun juga dengan peraturan yang ada di pesantren Darussalam ini. Pendekatan
sebuah tahap selanjutnya yang saya harus jalani ketika pergaulanlah yang
mendorong kepada pendekatan tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)

